Mobil Sport Porsche berbau Indonesia

MOBIL sport mewah Porsche menghadirkan kejutan di ajang Tokyo Motor Show 2013, Jepang. Indonesia boleh tersebut, karena nama yang digunakan produk mewah itu berbahasa Indonesia: "Porsche Macan Turbo".

Latihan Soal UNAS 2014

Download soal latihan UNAS 2014 untuk siswa/i SMA SMK MA

Thursday, August 1, 2013

Karena Parkir di Tempat Parkir Biasa Sudah Terlalu Mainstream [Photo]

Indonesia Bangga… Indonesia Sabet Emas Dalam Olimpiade Matematika Internasional

Tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 perah, dan 4 perunggu dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematical Olympiad) ke-54 yang diselenggarakan di Santa Marta, Kolombia, pada 18-27 Juli 2013.

Ini adalah kali pertama Indonesia membawa pulang medali emas selama 25 tahun berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Medali emas itu dipersembahkan oleh Stephen Sanjaya dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, dan satu medali perak diraih oleh Fransisca Susan, juga dari SMAK 1 Penabur Jakarta.

Sementara 4 medali perunggu diraih oleh Bivan Alzacky Harmanto dari SMA Labschool Jakarta, Gede Bagsus Bayu Pentium dari SMA Semesta Semarang, Reza Wahyu Kumara dari SMAN Sragen, dan Kevin Chirstian Wibisono dari SMAK Ipeka Puri Indah Jakarta. Stephen Sanjaya sebagai peraih medali emas, Kamis 1 Agustus 2013, mengatakan materi soal dalam olimpiade matematika umumnya dibuat dalam bentuk esai, dan peserta diberi waktu dua hari untuk menyelesaikannya. Pada hari pertama, untuk merampungkan tiga soal diberi waktu 4 jam 30 menit. Tantangan terberatnya, menurut Stephen, adalah tekanan ketika merepresentasikan jawaban soal.
Sebagai penghargaan terhadap prestasi tim Indonesia, pemerintah RI juga memberikan beasiswa untuk para peraih medali dalam Olimpiade Matematika itu, mulai dari jenjang S-1 hingga S-2. Sementara Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, mengatakan pihaknya akan menyempurnakan sistem pengajaran agar ke depannya siswa Indonesia bisa lebih berprestasi.

Dell Produksi PC seukuran jempol

Tablet dan ponsel pintar memang sedang merajai perangkat kerja. Desktop dan laptop sedang terjun penjualannya. Namun bukan berarti tak ada inovasi. Raksasa komputer Dell Computer kali ini akan membesut PC dengan ukuran satu ibu jari. PC yang bentuknya seperti USB stick ini kini tengah dalam uji. Dalam demonya, Ophelia bisa dijalankan di layar 19 inci dan 55 inci.

Proyek yang dinamai Ophelia ini nantinya akan membuat PC mini ini bisa masuk kantong. Ophelia nantinya akan bisa dihubungkan dengan layar melalui port HDMI, game ataupun media player.
Dengan Ophelia, pengguna bisa menjalakan aplikasi, bermain game, menonton film atau mengakses file yang disimpan secara cloud. Ophelia rencananya akan berjalan dengan sistem operasi Andorid. Menurut Juru Bicara Dell, perangkat ini juga dilengkapi dengan koneksi wifi dan bluetooth.

Ophelia ini nantinya akan dibandrol seharga US$ 100 atau sekitar Rp 1 juta. Dengan harga yang miring, tentu Ophelia tak akan menawarkan kinerja yang buas.
Dell berharap Ophelia bisa jadi alternatif PC ditengah gerogotan ponsel pontar dan tablet. Menurut analis dari firma riset Pund IT, Charles King, kelebihan Ophelia adalah portabilitasnya. "Ini PC yang bisa masuk ke saku anda," ujarnya, Kamis pekan lalu.

Ophelia, menurut King, bisa menjadi alternatif kalangan korporat yang hendak banting stir dari Windows. Bagi kalangan koprorat, Dell juga akan menciptakan fitur enterprise yang membedakannya dengan perangkat Android biasa. Salah satu fitur enterprise ini misalnya, administrator IT bisa mengelola dan mengamankan jika Ophelia dicuri.Sama seperti ponsel jika dicuri, maka admin bisa mematikan Ophelia dan menghapus data di dalamnya.

Dell akan menjual Ophelia secara online dan menggandeng operator nirkabel. Rencananya produk ini akan dikapalkan pada kuartal ketiga, sekitar Agustus-Oktober.

<source = Tempo>

Kuburan ini Muncul secara Tiba-Tiba di Rumah Warga Bangka Belitung

Masyarakat Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sekitarnya, dihebohkan dengan kabar timbulnya kuburan di dalam rumah milik Miskan warga Dusun Kamat desa setempat. Heboh soal kabar 'kuburan mendadak muncul di dalam rumah' kontan saja menyebar dari mulut ke mulut, bahkan sejumlah warga dari Kecamatan Kelapa, juga ramai-ramai mendatangi rumah Miskan, karena penasaran dan sekadar ingin memastikan benar dan tidaknya kabar tersebut.

Di sepanjang jalan dari persimpangan jalan Desa Simpang Yul menuju ke Dusun Kamat, hingga malam, ramai lalu lalang kendaraan roda dua dan empat, yang pengendara dan penumpangnya, hendak ke rumah Miskan atau sesudah menyaksikan kabar kuburan timbul di dalam rumah tersebut. Saat bedug Maghrib tiba dan suara azan berkumandang, suasana di rumah Miskan terlihat dipadati warga setempat maupun yang datang dari berbagai desa lainnya, mereka memadati halaman dan teras rumah Miskan. Bahkan di ruang tengah rumah Miskan juga dipadati warga yang penasaran dengan isu kuburan timbul di dalam rumah itu.
Ternyata puluhan orang yang ada di dalam rumah Miskan ini, posisinya mengelilingi empat belas lembar keramik (satu baris tujuh keramik), yang membentuk persegi panjang, dengan posisi di tengahnya terangkat sekitar satu sampai dua centimeter. Deretan empat belas keramik, yang masing-masing satu barisnya terdiri dari tujuh keramik ini, posisinya memang persegi panjang selebar kubur (makam), posisinya juga membujur ke utara dan selatan. Disamping kanan kiri dan utara selatan dari keramik yang terangkat, kemudian dipasang (dibatasi) dengan bata merah, di tengah-tengahnya terletak selembar kertas bertuliskan 'dilarang disentuh'. Dengan posisi tersebut, maka disana langsung geger karena munculnya persepsi 'kubur timbul di dalam rumah'. Persepsi ini menyebar ke berbagai desa lainnya.
Miranti anak Miskan menuturkan, awal mula terangkatnya lantai keramik itu terjadi secara mendadak, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Waktu itu Miranti dan Wulan (tetangga Miranti) sedang menonton televisi di ruang tengah rumah Miskan. Asyik menonton televisi, Miranti dan Wulan dikejutkan dengan suara keras mirip suara pohon atau dahan patah diterpa angin. "Suaranya keras, seperti batang serpak (pohon patah), keramik itu terangkat. Kami berdua ketakutan dan langsung berlari keluar rumah, kami sangka ada gempa," tutur Miranti ditemui Bangka Pos (Tribun Network), usai waktu salat Maghrib, di kediamannya di Dusun Kamat Desa Simang Yul Kecamatan Tempilang.
 
<source = oke77.blogspot.com>

Inilah Bahaya Baterai Lithium Ion

Jika Anda mendapatkan pertanyaan apa itu Li Ion (Lithium Ion), apakah bermanfaat bagi Anda dan apa bahayanya? Mungkin cukup banyak yang akan menggelengkan kepala.
Tidak tahu atau tidak terlalu peduli. Namun Vaksincom menyarankan Anda untuk sedikit mau tahu dan peduli karena Li Ion merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri Anda, setiap hari dibawa dan banyak yang tidak bisa hidup tanpa Li Ion. Alasannya adalah karena Li Ion baterai isi ulang yang digunakan oleh mayoritas telepon seluler, tablet dan laptop.
Setiap tahun 2 miliar sel baterai Li Ion diproduksi. Li Ion digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan bahan lain seperti Ni Cd (Nickel Cadmium) seperti memiliki kapasitas yang lebih besar, tidak ada memory effect, lebih bersahabat dengan lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun dibandingkan baterai lainnya dan masa penyimpanan daya yang lebih lama.
Karena banyaknya keunggulan yang dimilikinya, penggunaan baterai Li Ion ini sangat populer dan digunakan baik untuk smartphone, tablet, laptop dampai mobil hybrid.
Namun, di balik banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh Li Ion, terkandung potensi bahaya yang cukup besar dan baterai Li Ion dapat membahayakan pemakainya karena mengandung bahan yang mudah terbakar dan bertekanan tinggi.
Hal yang sering dilihat dan bikin heran adalah, banyak pengguna takut memangku laptop karena panas berlebih yang bisa menyebabkan bagian tubuh tertentu melepuh. Di sisi lain, mereka tenang-tenang saja saat melakukan pembicaraan dengan ponsel, sembari melakukan pengisian daya (charger), baik dari sumber daya listrik atau portable charger.
Ada baiknya mengubah kebiasaan itu, khususnya dalam menangani perangkat elektronik yang sedang diisi dayanya (charging).

Lithium Ion dan Bahayanya
Lithium Ion adalah umum dalam barang-barang elektronik konsumer dan jenis baterai isi ulang (rechargeable) paling populer pada alat elektronik portabel. Penyebab utamanya adalah karena keunggulan yang dimiliki oleh Lithium Ion dibandingkan baterai lainnya:
-. Memiliki densitas energi terbaik dibandingkan baterai lainnya.
-. Tidak ada memory effect seperti yang dialami oleh baterai berbasis Nickel.
-. Tingkat kehilangan daya yang kecil jika disimpan untuk jangka waktu lama.
-. Tidak mengandung bahan beracun seperti timah, merkuri atau kadmium yang berbahaya bagi lingkungan.
Karena tuntutan konsumen atas baterai yang makin kecil dengan daya yang makin tinggi, maka proses produksi Li Ion mengalami penyesuaian sehingga kemampuan baterai Li Ion pada saat ini meningkat dua kali lipat dibandingkan pada saat pertama kali diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991.
Namun hal ini mengandung konsekuensi lain dimana efisiensi ini dicapai dengan bahan pembatas baterai yang makin tipis dimana proses pembuatan baterai harus dilakukan dengan sempurna dan jika terjadi intrusi oleh debu metalik akan menyebabkan baterai meledak.
Selain itu, Li Ion juga rentan terhadap thermal runaway, suatu proses peningkatan suhu yang luarbiasa sampai mencapai titik leleh Lithium jika suhu baterai mencapai satu suhu tertentu (130 derajat Celcius).
Thermal runaway ini dapat terjadi karena penanganan baterai yang tidak baik atau karena cacat pada proses manufaktur dan akumulasi partikel mikro pada baterai cacat produksi pada saat pengisian baterai yang akan memicu reaksi terbakarnya baterai.
Selain itu, sel baterai juga bisa meledak jika sistem ventilasi pengaman tidak berjalan dengan baik. Kasus baterai yang meledak bukan tidak mungkin terjadi dan banyak produsen elektronik seperti Apple, HP, Toshiba, Lenovo dan Sony melakukan recall besar-besaran atas produk mereka karena bahaya baterai Li Ion yang meledak.
Dalam dunia penerbangan, kasus kebakaran yang terjadi pada pesawat kargo UPS yang membawa paket baterai Li Ion menyebabkan dua pilotnya meninggal 3 September 2010 menyebabkan IATA memberlakukan aturan baru dalam pembatasan membawa kargo baterai.
Namun, Anda jangan lantas buru-buru meninggalkan smartphone atau laptop, karena produsen baterai Lithium Ion sebenarnya sudah menyadari bahaya baterai ini dan melakukan langkah-langkah preventif pengamanan dalam proses manufaktur baterai Li Ion seperti:
-. Membatasi jumlah material aktif untuk mencapai perbandingan terbaik antara densitas energi dengan keamanan.
-. Menerapkan mekanisme pengamanan antar sel.
-. Tambahan sirkuit pengaman elektronik pada baterai.
Sebagai catatan, sekalipun proses manufakturing dan pengamanan baterai yang sangat ketat sudah dilakukan, hal ini hanya efektif jika ancaman datang dari luar, seperti korsleting atau charger yang bermasalah.
Dalam kasus ini, baterai Li Ion akan mematikan dirinya jika terjadi korsleting. Namun, jika terjadi cacat produksi, dimana ada partikel metal terkandung pada baterai dalam proses produksi, pengamanan yang dilakukan tadi di atas tidak akan ada gunanya dan thermal runaway akan tetap terjadi.


Risiko Sebenarnya dan Menyikapinya
Setelah melihat kegunaan, bahaya dan langkah pengamanan produksi yang dilakukan oleh produsen baterai Li Ion, tentunya kita tidak bisa serta merta memvonis kalau Li Lion itu berbahaya dan berpindah ke lain hati, karena kenyataannya Li Ion merupakan satu-satunya baterai isi ulang yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan baterai lainnya dan hitung-hitungan risikonya lebih kecil dibandingkan manfaat yang diberikan.
Dengan catatan, asalkan proses manufakturnya dilakukan dengan baik dan penggunanya tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan bahaya yang disebabkan oleh baterai Li Ion.
Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah produsen yang mengutamakan harga murah, kecenderungan yang akan terjadi adalah standar pengamanan yang tinggi akan diturunkan demi persaingan dengan merek yang lebih terkenal. Sebaiknya memilih baterai dari produsen yang lebih Anda kenal daripada asal pilih yang murah saja.
Jika baterai Li Ion yang Anda beli diproduksi dengan benar oleh manufaktur baterai yang mengikuti proses manufaktur baterai, maka risiko kegagalan Li Ion sangat kecil, 1 : 10.000.000. Karena itulah pemilihan vendor pembuat baterai yang terpercaya merupakan salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menggunakan baterai Li Ion ini.
Jika Anda membeli perangkat elektronik dari vendor terpercaya dan terkenal kemungkinan hal ini sudah dipertimbangkan oleh pemilik merek. Namun satu hal yang harus Anda perhatikan adalah ketika membeli aksesoris khususnya baterai seperti baterai ponsel cadangan atau portable charger.
Pastikan kalau baterai yang Anda beli dijual oleh produsen yang menjalankan proses manufaktur yang baik, lebih baik lagi kalau Anda bisa mengetahui merek dari sel baterai yang digunakan dan keaslian baterai.
Tidak ada cara mendeteksi cacat produksi karena partikel metalik yang terkandung dalam cacat produksi dalam baterai cacat produksi yang menyebabkan Thermal runaway sangat kecil dan tidak kasat mata.
Yang dapat Anda lakukan adalah ekstra hati-hati dalam penanganan baterai, khususnya ketika sedang diisi ulang. Jangan simpan ponsel yang sedang diisi ulang dekat bahan yang mudah terbakar seperti dekat buku, kasur, bantal apalagi dekat kepala, meskipun Anda sedang menunggu pesan dan panggilan yang masuk.
Di bawah ini beberapa tips dari Vaksincom untuk menangani baterai smartphone, tablet dan notebook Anda dengan baik :
-. Jangan melakukan charging di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti kasur / ranjang, apalagi bensin.
-. Hindari menelepon ketika sedang di-charge, kalau terpaksa selalu waspada dengan perubahan suhu tinggi yang cepat dan segera jauhkan dari anggota badan anda (dan orang lain) jika terjadi.
-. Jika merasakan panas berlebih pada perangkat khususnya ketika sedang di charge, segera lepaskan perangkat dari charger dari listrik kalau tidak memungkinkan, menjauh dari perangkat Anda.
-. Berbeda dengan Nickel based battery, Li Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (discharge / deep discharge). Segera charge baterai Anda jika sudah mencapai daya 25%. Dalam kasus tertentu, deep discharge bisa menyebabkan short circiut.\
-. Jangan pernah menyimpan peralatan elektronik pada paparan panas tinggi seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena paparan langsung sinar matahari.
-. Hindari menggunakan charger non standar yang tidak sesuai spesifikasi kecuali Anda mengerti dengan baik daya yang dihasilkan oleh charger tersebut cocok dengan perangkat Anda. Penggunaan charger non standar bisa mengakibatkan rusaknya rangkaian pengaman baterai.
-. Fast charger dengan voltase tinggi memperpendek umur baterai anda. Charger dengan voltase terlalu tinggi (> 4,2 V/cell) dapat merusak baterai dan berbahaya.
<source = Detik>

Hacker Bangladesh dan Indonesia Sepakat Berdamai

Namun, sampai saat ini, mereka dilaporkan masih saling serang.

VIVAnews - Komunitas hacker atau peretas Gray Hat Community dari Bangladesh menyerukan damai terhadap komunitas peretas di Indonesia.
Secara terbuka, para peretas yang menamakan dirinya BD Gray Hat Hacker menuliskan kesepakatan damai yang ditempuh oleh Komunitas Besar Hacker di Indonesia, yakni Indonesia Fighter Cyber (IFC).
Saat ini, admin komunitas hacker dari Bangladesh secara tertulis membuat kesepakatan damai untuk komunitas hacker Indonesia.
Berikut keterangan Siyam Rotating Rotor Hasam alias Rotating Rotor kepada IFC:

Assalamu Alaikum,,,First of all take my greetings of Ramadan...
As you all know we are in a cyber war with the Hacker's of your country..You guys only knew that we are defacing your countries sites..You guys are muslims & we also...Basically we BD Grey Hat Hackers doesnt deface BD sites and muslim countries sites...
Now you can ask if we dont deface muslims sites then why we are attacking Indonesian sites...???
Believe me,, "WE ARE FORCED TO DO SO BY YOUR HACKING TEAMS "...
This is not the first time..Your Hacking teams wanted war with us several times before. But we showed too much patience.We also told them we dont want war with muslim's... They even replied,"Thats not the matter of religion"...Now you judge...
This war started when your hackers are continuously using slang on us..They deleted all the Hacking tutorials on our group and wrote slang... but we didnt attacked..
4-5 Indonesian team unitedly started attaking suddenly on us as well as our cyberspace.. but we didnt attacked..
When we saw they are not stopping then we have started attacking.. We can consider our prestige,but we cant consider our countries prestige...
We are getting thousand requests from many Indonesian's to stop the attack..We feel hurt after seeing this.. We decided to stop...But before posting the statement..Indo Hackers defaced our sites again...Then we changed our mind and continue to attack..
I already gave proof that we can attack your cyberspace with malwares and viruses...but we didnt...cause you are muslims...
Im sorry..Right now we are just only defacing...If your Hackers didnt stop we are going to inject malwares and viruses to all of your e-commerce sites and destroy your e-commerce system...
We already gain access to many of your servers, We just observing your Hackers activities...
Believe me..I swear..We have the capabilities to continue this war for minimum 6 months...We got access to your unlimited servers...
Now, I request all of you..Not to send msg's to us... Ask your Hackers to shut their mouth...Then everything will be fine...
We will stop,When your Hackers will stop...
We have some simple demands....We will let you know soon...
Thanks...
Rotating Rotor
Admin
Bangladesh Grey Hat Hackers..
Sementara komunitas peretas asal Indonesia, IFC pun melalui adminnya mengaku telah membuat kesepakatan damai dengan Rotating Rotor. "Kami sudah melakukan komunikasi dengan Rotator, dan dia setuju untuk damai," kata Adi, alias M2404, admin dari IFC, padaVIVAnews, tadi malam, 30 Juli 2012.
Adi menuturkan, IFC terdiri dari beberapa komunitas hacker di Indonesia. Dan, IFC juga telah memberitahukan kepada kelompok peretas di Indonesia agar menghentikan serangan DDoS(distributed denial of service) ke Bangladesh.
"Tapi, jika mereka tidak setuju, kami akan terus melancarkan DDoS ke Bangladesh" kata Adi.
Untuk diketahui, jenis serangan DDoS bekerja dengan membanjiri lalu lintas server sehingga memacetkan pesan masuk. Kondisi ini membuat jaringan komputer melambat, padat, karena banyaknya trafik yang masuk. Dalam skala besar, serangan ini kerap memberikan merusak jaringan perbankan, finansial, dan telekomunikasi.

Pernah Damai
Adi menjelaskan, sebelum terjadi perang dunia maya pada Minggu 28 Juli 2013 silam, upaya damai sempat ditempuh para anggota IFC dan disetujui oleh admin mereka, yakni Rotating Rotor. Namun, ada peretas Bangladesh yang ingkar dengan kesepakatan yang telah dibuat itu.
"Jalan kami bukan deface atau meretas situs mereka, tapi melancarkan serangan terbesar dengan cara DDoS, jika kesepakatan hari ini mereka ingkari lagi," ujarnya.
Secara terpisah, komunitas lain dari Bangladesh muncul. Mereka menamakan dirinya BD Black Hat Hacker. Salah satu anggotanya, Scripted Haxor, mengklaim pada VIVAnews telah meretas 10 situs asal Indonesia.
"Hi bro, we are not BD Gray Hat Hacker, but BD BLACK Hat Hacker. Remember, not Gray, but we are Black," kata Scripted.
Menurut Scripted, saat ini memang pihaknya akan terus melancarkan serangan, dan itu juga untuk memperingatkan bagi pemilik situs yang tingkat keamanannya rendah.
"Untuk sementara kami akan memberikan pesan jejak kami terhadap situs-situs yang rentan, dan kami tak akan berhenti," ujar Scripted.
Scripted menjelaskan pada, aksi ini merupakan reaksi dari situs Kepresidenan Bangladesh yang dihantam serangan DDoS asal Indonesia.
"Bangabhaban.gov.bd, itu situs kepresidenan, dihantam oleh peretas asal Indonesia. Kami semakin berang saat DDoS juga menghantam bangladesh.gov.bd," katanya.
Menurut pengamatan VIVAnews, perang siber antara indonesia dan Bangladesh masih berlangsung sampai saat ini, kedua pihak masih melancarkan serangan. Di dalam arsip data ZONE-H.org, tercatat ada ratusan situs Indonesia diretas peretas Bangladesh.

<source = vivanews>

"Hacker Bangladesh yang Mulai Duluan!"

Tak mau dibilang asal tuduh, peretas Indonesia membawa bukti foto.

VIVAnews - Seorang hacker atau peretas asal Indonesia yang dikenal dengan identitas BlackOne mengatakan perang siber antara grup hacker Bangladesh dan Indonesia bukanlah "perang besar" antara hacker dua negara, melainkan dua kelompok peretas.

"Ini hanya perang antara dua tim, yaitu IFC (Indonesia Cyber Fighter) dan BDGH (Bangladesh Grey Hat). Jadi, tidak seperti yang digembar-gemborkan," ujar BlackOne, pada VIVAnews 1 Agustus 2013.
Kekhawatiran BlackOne yang merupakan salah satu anggotaZCompany Hacking Crew bukan tanpa sebab. Dia mengaku sangat khawatir banyak peretas "baru lahir" dari Indonesia yang tanpa tahu duduk masalah langsung men-deface(menyusup dan mengubah tampilan) website-website dari Bangladesh secara membabi-buta.
"Bukannya menyelesaikan masalah, tapi malah memancing perang lagi karena terprovokasi oleh berita. Padahal, di Bangladesh sendiri, banyak juga tim yang support Indonesia, seperti BCA (Bangladesh Cyber Army) dan Expire," ungkap BlackOne.
Dia juga mengatakan, sebab-musabab terjadinya perang siber saat ini dimulai oleh pihak BDGH. Memperkuat pernyataannya, peretas yang berdomisili di Denpasar-Bali ini pun membawa bukti screenshot yang memperlihatkan bahwa salah satu admin BDGH secara sengaja meretas situs-situs dari Indonesia.

"Di sana dia bilang bahwa dia melakukan deface Website secara acak. Tapi, hampir 90 persen dari situs-situs tersebut berasal dari Indonesia," kata BlackOne.
"Ini sekaligus meluruskan berita-berita sebelumnya, di mana admin BDGH, Rotating Rotor mengaku perang ini dimulai gara-gara hacker asal Indonesia menyerbu Website-website Bangladesh. Padahal, kami sudah memberi warning," imbuhnya.

Menurut BlackOne, ini bukan kali pertama hacker-hacker Bangladesh meretas situs asal Indonesia. Dulu, BDGH pernah melakukan kesalahan yang sama, deface Website secara acak, namun rata-rata Website dari Indonesia.
"Saya sempat ngobrol sebentar dengan admin IFC. Namanya Mas Rio. Dialah yang memberi peringatan. Ketika itu mereka masih dimaafkan. Tapi, sekarang mereka melakukan kesalahan yang sama. Karena itu, kami lawan," kisah Rio.
<Source = vivanews>